PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Guna membuka keterisolasian desa yang tersebar dienam kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat , maka Pemda menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan melalui konsorsium guna membangun jalan penghubung.

Untuk itulah Kamis (8/3/2018) di aula Kantor Bupati Kobar digelar penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Kobar dengan enam perusahaan perkebunan dan 1 perusahaan tambang.

Enam perusahaan itu adalah PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)Tbk, PT Sungai Rangit, PT BGA, BW Plantation, PT Andalan Sumber Makmur, PT Bumi Langgeng dan PT Tatanan Indah Fajar Cemerlang.

Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan ada 7 cluster jalan yang akan dibangun secara konsorsium ini.

"Cluster tersebut berada di 4 Kecamatan yaitu Kotawaringin Lama (Kolam), Kumai, Arut Selatan (Arsel) dan Pangkalan Banteng. Panjang jalan yang rencananya akan dibangun ini sekitar 96 Km. Namun bila panjang jalan tersebut digabungkan dengan ruas jalan konsorsium yang berada di Kecamatan Arut Utara (Aruta) totalnya sekitar 166 Km," jelasnya.

--page

--page

Koordinator Corporate Social Responsibility (CSR) PT SSMS Tbk Kharis Nuryanto menjelaskan dengan keterlibatan perusahaan perkebunan milik pengusaha nasional Haji Abdul Rasyid ini sebagai peserta konsorsium, tentunya membanggakan mereka. 

"Tentunya kita akan selalu membantu pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Harapannya ada kerja sama baik antara perusahaan dan pemerintah. Kebetulan dalam konsorsium ini PT SSMS,Tbk mendapat bagian pembukaan jalan di Desa Rangda yang merupakan stake holder perusahaan kami," jelasnya.

Kapan PT SSMS, Tbk mulai memgerjakan jalan tersebut? menurut Kharis, tentunya masih menunggu izin dari Pemprov Kalteng dan Pemkab Kobar.

"Karena lahan yang digunakan ini  masuk kawasan Hutan Produksi dan Hutan Produksi Konversi. Tinggal tergantung bagaimana kecepatan pemerintah untuk menyelesaikan pelepasan status tersebut," jelasnya.(YUDA/B-6)