SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Setiap desa di Kotim diimbau untuk memiliki perpustakaan desa. Adapun untuk buku yang disediakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kotim mendorong agar yang berkaitan dengan potensi atau mata pencaharian masyarakat desa.

"Misalnya di desa itu mata pencaharian masyarakatnya bertani, disediakan buku pertanian. Atau nelayan, maka disediakan buku tentang perikanan dan kelautan," kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kotim, Suparmadi, Kamis (8/3/2018).

Hal itu menurutnya penting, sehingga bisa memacu masyarakat di desa lebih berkembang dengan buku yang tersedia di perpustakaan desa. Imbasnya, kesejahteraan masyarakat pun meningkat.

Sementara itu, derdasarkan surat edaran Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), di setiap desa diminta memiliki perpustakaan untuk wadah masyarakat membaca. 

Suparmadi menerangkan saat ini dari 168 desa di Kotim, ada 45 desa yang memiliki perpustakaan desa. Mereka membangun itu dari anggaran dana desa sendiri. 

--page

"Diharapkan seluruh desa nantinya memiliki perpustakaan masing-masing. Sehingga bisa menambah wawasan dan ilmu masyarakat," kata Suparmadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)