BORNEONEWS, Kasongan- Sejak setahun terakhir warga di Kabupaten Katingan mulai tertarik untuk menanam pohon sengon.
Warga mengaku tertarik karena sengon dipercaya memiliki nilai ekonomis tinggi bila dibandingkan dengan tanaman kayu lainnya.
"Saya mulai tertarik menanam sengon setelah ada keluarga di Pulau Jawa yang sudah berhasil. Saya mencoba untuk menanam di lahan kami yang masih kosong," ujar Arman, warga Kasongan kepada Borneonews, Jumat (9/3/2018).
Menurut Arman, dirinya memiliki sekitar 2 hektare tanaman sengon. Selain dibeli dari pembibitan yang ada di Kelurahan Tangkilling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangkaraya, Arman mendapatkan bibit sengon dari warga Kasongan yang membuka usaha pembibitan.
"Punya kita sudah setengah tahun ini, dan alhamdulillah pertumbuhannya cukup bagus," kata dia.
--page
Arman mengaku, sebelumnya sempat berencana menanam kelapa sawit di lahannya. Tetapi kemudian beralih ke sengon. Pasalnya, ia melihat pertumbuhannya tanaman sawit yang tidak jauh dari lahannya kurang menggembirakan. Sebab sebagian besar kondisi tanah di kawasan itu gambut berpasir.
Arman mengaku sejauh ini tidak ada masalah berarti dalam membudidayakan tanaman sengon.
"Memang tanaman sengon ini baru bisa dinikmati hasilnya setelah umur lima tahun ke atas, tapi ya daripada lahan kami terlantar tidak ada tanamannya, mending ditanam sengon," imbuhnya.
Sementara itu, menurut Hadi, pemilik pembibitan sengon di Jalan Tumbang Liting, Kota Kasongan, sejauh ini cukup banyak warga yang membeli bibit sengon miliknya.
"Kita jual Rp1000 per batangnya dengan tinggi sekitar 15-20 centimeter," katanya. (ABDUL GOFUR/B-3)








