BORNEONEWS, Palangka Raya - Peternak harus memperhatikan kebersihan kandang agar tidak menjadi masalah sosial.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto menyebut, masalah sosial satu ini harus segera dibenahi sebelum semakin banyak pelaku usaha berdiri di Kota Palangka Raya. "Hal semacam ini merupakan salah satu masalah sosial yang harus dibenahi," kata Sigit, Senin (12/3/2018).
Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, potensi bidang peternakan saat ini memang sedang dilirik sebagian besar pelaku usaha di Kota Palangka Raya. Berbagai jenis usaha peternakan yang dijalankan oleh para pelaku usaha tersebut seperti peternakan kambing, sapi, ayam, ikan, hingga ternak babi.
"Masalahnya, meningkatnya potensi di bidang peternakan ini tidak dibarengi dengan inovasi yang bagus. Istilahnya, pelaku usaha itu mau untungnya saja tapi tidak memperhatikan dampak negatif yang terjadi pada sekitarnya," jelas Sigit.
Polemik soal perternakan ini menurut Sigit, salah satunya ialah kandang ternak yang berada di tengah permukiman warga. Hal ini kemudian menimbulkan permasalahan seperti bau yang kurang sedap dan kawasan yang terkesan kumuh.
--page
Banyak faktor yang memengaruhi peternak menggunakan lingkungan rumah sebagai pengembangan usahanya. Mereka tidak memiliki lokasi yang cukup, sehingga mau tidak mau membangun kandang ternak di permukiman.
"Namun ya seperti itu, masalah yang ditimbulkan seperti bau kurang sedap. Maka dari itu, kita harapkan para pelaku usaha peternakan yang memiliki kandang di daerah permukiman untuk memiliki kesadaran senantiasa menjaga kebersihan lokasi kandang ternaknya," tutup Sigit. (TESTI PRISCILLA/B-2)








