PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah terkenal dengan masakan khas bercita rasa unik. Ada yang namanya wadi, yaitu ikan yang dibusukkan dengan bumbu tertentu sehingga menghasilkan rasa yang berbeda dari ikan segar. Ada pula sambal tampuyak, sambal yang dibuat dari buah durian.

Dunia luas hanya mengenal cara mengonsumsi durian dengan sewajarnya, dimakan langsung, dijus, atau dibuat kolak. Tetapi di Kalimantan Tengah, durian dibuat menjadi produk lain yaitu tampuyak yang bisa dimakan langsung atau dibuat menjadi sambal lagi.

Kali ini Borneonewes tidak akan menampilkan cara membuat tampuyak melainkan paduan antara sambal tampuyak dengan menu lainnya, yakni paria atau pare. Untuk pembaca yang ingin mencoba, mumpung saat ini sedang musim durian, biasanya penjual durian juga sekaligus menjual tampuyak dalam toples-toples kecil yang sudah siap dikonsumsi.

Bahan:
- 3 biji buah pare (dalam bahasa Dayak disebut paria). Cuci bersih, dibelah kemudian diiris tipis-tipis seukuran lidi.
- 3 sendok makan tampuyak
- 3 ekor udang galah ukuran sedang, bersihkan dan iris setebal 1 cm

Bumbu:
- 3 buah bawang putih, iris tipis
- 3 buah bawang merah, iris tipis
- 3 buah cabe merah diiris miring
- gula pasir 2-4 sendok makan (sesuai selera)
- untuk menumis sediakan minyak goreng 1-2 sendok makan
- air putih secukupnya

--page

Cara membuat:
Tuangkan minyak goreng ke wajan, tumis semua bumbu sampai wangi. Masukkan udang, aduk-aduk dan beri sedikit air. Setelah udang setengah matang masukkan paria, biarkan sampai paria matang.

Setelah semua matang, masukkan terakhir tampuyak, dan tambahkan air secukupnya agar tumisan tidak menggumpal. Berikan gula pasir sesuai selera. Adukan rata, angkat, siap dihidangkan. (TESTI PRISCILLA/B-2)