PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Puluhan pelajar MTsN 2 Palangka Raya dibekali wawasan bahayanya trafficking anak, Senin (12/3/2018). Kegiatan itu bertajuk peningkatan pengetahuan dan sosialisasi tentang bahaya trafficking anak.

Kegiatan yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P2KB) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kota Palangka Raya ini, sebagai bentuk antisipasi agar anak-anak tidak menjadi korban trafficking.

"Memang di Kota Palangka Raya belum ada mendengar adanya trafficking. Tapi kita perlu mengantisipasi dengan maraknya trafficking anak di Indonesia. Jadi ini bentuk pencegahan secara dini," kata Kepala Dinas P2KB P3A Kota Palangka Raya Tiur Simatupang.

Dari hasil sosialisasi itu, Tiur menilai bahwa pelajar MTsN 2 sudah memahami hal-hal yang perlu diwaspadai supaya tidak menjadi korban trafficking.

"Mereka sudah ada keterampilan untuk menjawab apabila ada tawaran iming-iming dan lain sebagainya," ungkapnya.

--page

Dia menuturkan, orang yang melakukan trafficking bisa saja orang dekat, lingkungan sekitar atau memang orang yang tidak dikenal. Seseorang yang ingin melakukan trafficking juga tidak ada tanda-tanda khusus apabila dilihat dari fisiknya.

Namun demikian, Tiur menyampaikan ada beberapa tips menghindari trafficking. Apabila ada seseorang tidak dikenal mengajak atau mengiming - imingi sesuatu maka harus ditanya dengan tegas maksud tujuannya.

"Kalau ada orang menawarkan, bisa melalui orangtuanya. Kemudian tanya sampai kemana, tujuannya apa, siapa anda, pekerjaanmu dimana, kantornya dimana, apakah kantor ini benar melakukan perekrutan atau tidak. Sehingga semua akan jelas," bebernya.

Tiur berharap, kegiatan tersebut menambah wawasan peserta didik untuk lebih berhati-hati sehingga tidak menjadi korban trafficking. (BUDI YULIANTO/B-11)