PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aktivitas pelajar MTsN 2 Palangka Raya, khususnya dalam hal berangkat maupun pulang sekolah patut ditiru.

Sebab separuh dari total peserta didik di sekolah yang beralamatkan di Jalan Tjilik Riwut Km 7 ini lebih memilih diantar oleh orangtuanya dari pada berangkat sendirian, sedangkan sparuh sisanya menggunakan angkutan kota (angkot).

"Total pelajar di sini ada 896 dari kelas satu sampai dengan tiga. 50 persen diantar orangtua, sisanya naik angkot," kata Kepala MTsN 2, Murjani kepada borneonews.co.id, Senin (12/3/2018).

Dia menuturkan kehidupan dari orangtua para pelajar MTsN 2 rata-rata menempati posisi ekonomi menengah ke bawah. Sebagian di antaranya juga ada yang tinggal di kawasan Mendawai, Jalan Tjilik Riwut Km 1.

Mengenai adanya kegiatan peningkatan pengetahuan dan sosialisasi tentang bahaya trafficking anak, Murjani mengaku sangat mengapresiasi.

Paling tidak wawasan anak bertambah dan bisa menghindari ancaman terjadinya trafficking. Upaya orangtua yang dengan penuh hati mengantar atau menjemput anak juga menjadi bagian pencegahan terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Hal ini juga membantu aparat kepolisian dalam hal berlalu lintas sebagaimana diketahui bahwa anak dibawah umur dilarang mengendarai motor. (BUDI YULIANTO/B-6)