PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sukses menekan angka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), tercatat di tahun 2017 antisipasi Karhutla mencapai angka 90,03 %.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekertaris Daerah (Plt Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri saat membacakan laporan panitia rapat kerja (raker) pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

"Kita bersyukur karena kebakaran hutan dan lahan di Kalteng terus menurun," ujar Fahrizal, Selasa (13/3/2018).

Di tahun 2015, ada 11.030 titik hotspot api, pada tahun 2016 berkurang hingga 86,04 %. Kemudian, pada 2017 titik hotspot kembali berkurang hingga 90,03 %.

Tidak hanya angka Karhutla saja yang berkurang, Fahrizal menjelaskan ada 78 laporan terkait karhutla tahun 2015, tahun 2016 berkurang menjadi 45 laporan dan tahun 2017 berkurang menjadi 23 laporan.

--page

Fahrizal juga mengatakan, Pemprov tidak berbangga hati dengan penurunan tersebut dan akan terus menekan angka kebakaran yang dinilai sangat merugikan masyarakat.

Melalui raker tersebut diharapkan menjadi langkah paling strategis untuk mengantisipasi, pencegahan dan setidaknya mengurangi dampak yang ditimbulkan karhutla di tahun 2018. (GAZALI/B-2)