KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Semenjak penerapan peraturan larangan membakar lahan oleh pemerintah dinilai berdampak pada penurunan produksi pertanian, khususnya padi di Kabupaten Seruyan.

Selama ini masyarakat dinilai masih terbiasa bertani dengan cara membakar lahan. Namun sejak ada pelarangan mereka katanya tidak dapat melakukan aktivitas bertani karena mematuhi larangan tersebut.

"Petani kita sangat mematuhi aturan larangan membakar lahan, sehingga membuat mereka tidak bisa bertani dan produksi padi kita menurun," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Seruyan Sugian Noor, Selasa (13/3).

Sugian yang juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Seruyan mengatakan, penurunan produksi padi ini mencapai angka 5000 ton. 

"Pada 2016 produksi padi mencapai 23.096 ton sedangkan di 2017 mengalami penurunan dan  menjadi 18.382 ton," katanya.

--page

Menurutnya, untuk menindaklanjuti masalah tersebut, pihaknya akan mencoba meminta bantuan berupa alat berat untuk digunakan dalam mengolah lahan pertanian di wilayah hulu yang terbiasa menggunakan cara membakar lahan.

Hal tersebut dilakukan mengingat lahan pertanian yang berada di wilayah hulu merupakan lahan pertanian ladang dan bukan lahan pertanian konvensional yang sudah siap tanam.

"Lahannya disana itu masih berupa ladang, banyak batang dan akar pohon yang tidak bisa dibersihkan dengan cara dicangkul atau dibajak seperti biasanya, jadi harus menggunakan alat berat seperti eskavator untuk membersihkannya," katanya.

Ia menjelaskan, di sebuah wilayah pertanian di Kecamatan Seruyan Hulu sudah mencoba cara mengolah lahan dengan alat berat tersebut dan tidak menggunakan cara membakar lahan.

Percobaan itu pun cukup membuahkan hasil, dimana sekitar 20 hektare lahan ladang yang diolah tanpa membakar lahan dan hanya menggunakan bantuan alat berat mampu membuahkan hasil yang cukup memuaskan.

--page

"Masyarakat petani ladang disana cukup senang dan mereka meminta tambahan lagi. Nanti lahan itu akan kita jadikan lahan ladang tanpa bakar percontohan," terangnya.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya telah meminta bantuan kepada kepala daerah setempat yakni Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Seruyan untuk mengakomodir bantuan alat berat untuk peningkatan produksi pertanian di Kanupaten Seruyan.

"Sudah kita sampaikan ke Pjs Bupati Seruyan dan kita bersyukur beliau merespon dengan positif," katanya. (FREDDY MANSYUR HUDA/B-5)