BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global ikut berdampak pada harga CPO di pasar domestik.
"Harga CPO dalam negeri mengikuti perubahan harga CPO internasional," kata Direktur dan Investor Relation PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, Andi W Setianto, di Jakarta, Jumat (16/3/2018).
Namun, emiten berkode saham UNSP tersebut masih dapat meningkatkan pendapatan. Strategi yang dilakukan oleh UNSP adalah dengan meningkatkan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dan CPO.
"Jika semakin tinggi produktivitas, maka biaya TBS dan CPO semakin rendah," papar Andi.
Sebelumnya, UNSP menargetkan produksi TBS pada tahun ini naik 5% hingga 10%. Hingga September 2017, produksi TBS UNSP sebanyak 315.238 metrik ton (MT).
--page
Melemahnya harga, lanjut Andi, tidak membuat permintaan CPO menjadi turun. Kebutuhan yang tinggi membuat permintaan terus ada.
"Permintaan minyak sawit erat kaitannya dengan consumer goods," ujar Andi.
Asal tahu saja, perusahaan ini telah bekerjasama dengan perusahaan multinasional Procter & Gamble. Procter & Gamble akan membeli produk olein hasil olahan UNSP. (NEDELYA RAMADHANI/m)








