BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop dan UKM) Kabupaten Kapuas terus secara maksimal melakukan berbagai upaya agar masyarakat tetap merasa nyaman terkait dengan harga bahan pokok.
"Kalau instansi kami ini memang adalah leading sector dalam menjaga stabilitas harga dan agar tidak terjadinya inflasi agar tidak tinggi," ungkap Kepala Disdagperinkop dan UKM Kabupaten Kapuas, H Suparman, Jumat (16/3/2018).
Selanjutnya, dia menyebutkan dalam menjaga harga bahan pokok tetap normal, pihaknya rutin melakukan pengecekan secara langsung ke tempat-tempat terjadinya jual beli masyarakat. Sehingga dengan dilakukan hal tersebut, maka akan diketahui bagaimana kondisi ketersediaan dan harga yang dijual oleh para pedagang. Guna memberikan rasa nyaman bagi masyarakat terkait dengan kejelasan harga bahan pokok yang beredar dipasaran.
"Kita selalu melakukan pemantauan pada titik-titik pasar yang ada di Kabupaten Kapuas ini. Bagaimana pendistribusiannya itu bisa berjalan dengan lancar, di mana yang terjadi kenaikan itu kita pantau dan apa penyebabnya. Untuk itu kita melakukan setiap minggu dua kali pengecekan," sebutnya.
Selain itu, dalam melakukan pemantauan pihaknya menerjunkan beberapa orang ke titik-titik pasar.
"Biasanya satu sampai dua orang turun ke masing-masing pasar untuk melakukan pemantauan dan kita juga meminta informasi-informasi yang lebih detail. Bahan pokok itu yang utama kita lakukan pengecekan," tuturnya.
Dengan begitu maka akan diketahui bagaimana keadaan dari harga-harga bahan pokok yang biasa dibeli oleh masyarakat.
"Intinya upaya kita adalah selalu melakukan pemantauan. Dan setelah itu kita lakukan melihat tingkat kewajarannya bagaimana, apakah biasa saja atau tidak signifikan," tuturnya.
Untuk keadaan harga bahan pokok yang telah ada sampai dengan saat ini pihaknya masih melihat kestabilan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir.
"Dari beberapa catatan yang sudah kami himpun itu fluktuatif tidak terjadi secara berkelanjutan, atau sebentar-sebentar saja. Itu wajarlah namanya terjadinya supplydemand yang tidak begitu menetap akan terjadi ketika kebutuhan barang itu meningkat pastilah harga juga akan naik," tutupnya. (SRI/m)







