BORNEONEWS, Sampit - Ngelem nampaknya masih saja dilakukan anak-anak seusia pelajar tingkat SD di Kabupaten Kotawaringin Timur. Tentu apa yang di khawatirkan selama ini nampaknya masih saja terjadi meski apa yang mereka lakukan itu berbahaya.
"Memang ngelem ini masih saja dilakukan. Bahkan saya sendiri yang menemuinya. Padahal itu sangat berbahaya," kata anggota Komisi III DPRD Kotim Dadang H Syamsu, Jumat (16/3/2018).
Di sini menurut Dadang pentingnya peran para orang tua agar tidak membiarkan begitu saja anak mereka bergaul di lingkungannya. Akan tetapi harus diawasi sungguh-sungguh karena kalau sudah kecanduan lem tidak hanya berakibat pada kesehatan mereka saja.
Namun yang sangat di khawatirkan ini akan jadi awal kebiasaan mereka untuk menggunakan barang berbahaya seperti obat terlarang hingga narkotika jenis sabu yang belakangan ini marak peredarannya.
"Saat ini diusia mereka sekarang ini mereka kenal lem. Sampai saatnya nanti tidak menutup kemungkinan mereka menggunakan narkoba. Ini jangan sampai terjadi," tegas politisi Partai Amanat Nasional ini.
Dadang ingin semua pihak punya peran. Saat di jam sekokah guru yang menjadi tenaga pendidik bagi para siswa agar benar-benar mendidik dan tidak henti-hentinya mengingatkan anak didiknya untuk tidak menggunakan lem dan sejenisnya. (NAC
"Begitu juga sebaliknya saat mereka sudah berada di rumah bagaimana peran orang tua agar tidak lepas tangan begitu saja dengan pergaulan anak mereka. Karena lebih baik memcegah daripada menunggu sudah parah baru mengobati," pungkasnya.(NACO/m)








