SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Saat asyik mengemas barang bawaan ke dalam toko fotokopi di Jalan  Cilik Riwut, Km 0,5 Sampit, sepeda motor milik Mahyuda, 34, malah dicuri maling, 

Saat itu korban memarkirkan motornya di depan toko tersebut. Tidak berapa lama ia sudah mendapati motor Yamaha Jupiter KH 4817 FF miliknya raib. Mengetahui hal itu, ia berusaha tenang dan mencari motornya tersebut di sekitar kawasan toko itu.

Namun usaha itu tidak membuahkan hasil. Merasa kehilangan, Mahyuda pun melaporkan kejadian yang menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp7 juta itu ke Markas Polsek Ketapang, Kamis (15/3/2018).

Terpisah, Kasatreskrim Polres Kotim, AKP Samsul Bahri mengatakan, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) semakin marak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama di Kota Sampit.

"Belakangan ini banyak warga yang melapor kehilangan motor. Sebagian pelaku serta penadah nya sudah berhasil ditangkap pihak kepolisian," ucap Samsul, Jumat (16/3/2018).

--page

Ia melanjutkan, curanmor terjadi bukan hanya karena adanya niat pelaku tapi karena ada kesempatan. Kebanyakan warga kurang berhati-hati dan waspada saat memarkirkan kendaraannya.

"Meski kendaraan sudah terkunci saat terparkir, pemilik harruslah tetap waspada dimana pun dan kapan pun. Jangan berikan kesempatan sekecil apapun," imbaunya.

Meskipun sudah terkunci ganda, akal pencuri tidak bisa ditebak, terlebih belakangan ini kendaraan yang dicuri sudah terkunci ganda. Berbagai cara dilakukan pelaku dalam mencuri, diantaranya adalah menggunakan kunci later T rakitan agar dapat membobol pertahanan kunci ganda serta untuk menghidupkan mesin kendaraan.

"Usahakan jangan memarkirkan motor didepan rumah terutama pada malam hari, meskipun sudah terkunci stang. Bawa masuk ke dalam rumah atau dalam garasi. Pencuri sekarang banyak akalnya. Kesempatan sekecil apapun itu akan dimanfaatkan pelaku," tuturnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)