SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi komunitas One Day One Juz (ODOJ) karena dinilai salah satu cara menghilangkan buta aksara Al Quran. 

"Mudah-mudahan ini awal dari tindakan untuk membumikan Al Quran, dan tentu memberantas buta aksara Al Quran," ujar Staf Ahli Bupati Kotim Arnila, Senin (19/3/2018). 

Kehadiran komunitas tersebut dinilai memberikan dampak positif bagi kehidupan umat Islam. Arnila apresiasi dengan tujuan mulia membumikan Al Quran tersebut karena akan menciptakan masyarakat yang agamis. 

"Ini harus jadi contoh yang baik bagi umat muslim, karena menjadikanlah Al Quran sebagai bacaan sehari-hari. Al Quran adalah penuntun bagi umat Islam," kata Arnila. 

Arnila berharap agar membaca Al Quran bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Selain itu anak-anak juga diharuskan belajar Al Quran. "Jadikanlah Al Quran sebagai penuntun agar selalu berbuat positif hingga selamat dunia dan akhirat," katanya. 

--page

"Jangan hanya memikirkan dunia. Namun Pikirkan lah bekal di akhirat kelak. Salah satunya dengan membaca Al Qur’an," imbuh Arnila. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)