BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Thailand menjadi salah satu produsen minyak sawit (CPO) besar di kawasan Asean. Namun, selain seretnya kinerja ekspor, meningkatnya stok CPO turut membuat pusing para pemangku kebijakan di negeri itu.
Untuk itu, Department of Energy Business (DOEB) Thailand berencana meningkatkan proporsi biodiesel berbasis minyak sawit guna menyerap surplus pasokan minyak sawit di Negeri Gajah Putih itu.
Program biodiesel B10 akan diterapkan untuk pasar otomotif Thailand pada awal 2019 untuk menggantikan program B7 biodiesel, kata DOEB seperti dilansir Bangkok Post, akhir pekan lalu.
B7 adalah biodiesel berbasis minyak sawit 7% yang dicampur dengan 93% diesel, namun pemerintah Thailand kini mengupayakan meningkatkan kandungan methyl ester yang dibuat dari minyak sawit menjadi 10%.
DOEB yakin para perusahaan perakit kendaraan bermotor dan pengguna kendaraan bermotor tidak akan terganggu dengan penerapan program B10 biodiesel.
--page
Akhir pekan lalu, DOEB meluncurkan ujicoba resmi B10 dengan kereta State Railways of Thailand (SRT) yang melayani rute sejauh 30 kilometer antara Ban Laem-Mae Klong di Samut Sakhon menuju Samut Songkhram.
Sebelum itu, PTT Plc juga melakukan ujicoba dengan mesin kendaraan yang kompatibel dengan biodiesel B10. (NEDELYA RAMADHANI/m)








