JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun lalu, yang ditopang oleh program peningkatan produktivitas perusahaan yang berjalan dengan baik. 

Hasilnya, produksi tandan buah segar (TBS) maupun CPO (minyak sawit mentah) menjadi meningkat. Hal ini dibuktikan dengan produksi minyak sawit mentah (CPO) yang semakin membaik dari 1,544 juta ton pada 2016 menjadi 1,634 juta ton pada 2017.

Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Santosa, mengatakan peningkatan produksi CPO dipacu oleh peningkatan produktivitas dari kebun inti maupun kebun plasma, termasuk salah satunya adalah produksi dari petani mitra. Kondisi ini didukung juga oleh faktor cuaca yang cukup kondusif sepanjang 2017.

Sementara itu, produksi tandan buah segar (TBS) dari perkebunan inti dan plasma juga mengalami peningkatan dari 4,873 juta ton pada 2016 menjadi 5,225 juta ton pada 2017. Industri kelapa sawit juga diuntungkan dengan peningkatan harga rata-rata CPO dari Rp7.768,0 per kilogram pada 2016 menjadi Rp8.271,0 per kilogram.

"Sepanjang tahun ini, industri kelapa sawit menunjukkan kinerja yang positif, ke depan kami optimistis industri ini akan semakin berkembang," katanya kepada pers di Jakarta, Senin (19/3/2018).

--page

Santosa menambahkan, untuk tahun ini AALI akan mendorong peningkatan kapasitas olah pabrik kelapa sawit (PKS) yang dimiliki.

"Kita akan menambah 1 pabrik  baru di area Kalimantan Selatan dengan kapasitas produski sebesar 45 ton per jam yang nantinya bisa ditingkatkan sampai dengan 60 ton per jam," ujarnya.

Pembangunan PKS baru ini ditujukan untuk mengolah hasil kebun inti baru yang akan masuk ke usia tanaman menghasilkan pada 2019 serta menangkap peluang peningkatan pasokan TBS dari perkebunan plasma maupun mandiri yang ada di sekitarnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)