PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Palangka Raya, Rawang, menyebut sudah sering mengimbau pemulung agar menjaga jarak dengan excavator.

"Kita imbau agar tidak melakukan aktivitas selama ada kegiatan pemindahan sampah maupun penurunan sampah," kata Rawang ketika berada di Ruang Kamboja, RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya, Senin (19/3/2018).

Ia menuturkan, imbauan itu sebenarnya sudah disampaikan setiap hari. Namun, karena banyaknya orang berlomba mencari nafkah di TPA itu, pemulung seakan tidak sabar. Apalagi ketika truk pengangkut sampah tiba.

Atas musibah tewasnya pemulung bernama Marjani, 60, setelah tersambar bucket excavator, pihak Disperkim akan memperketat pengawasan. "Mungkin pemulung tidak boleh lagi masuk," tegasnya.

Dalam musibah yang terjadi Senin (19/3/2018), sekitar pukul 10.30 WIB, Marjani tewas mengenaskan dengan kondisi perut putus.

--page

Sementara itu, operator excavator yang diketahui bernama Yusnadi, 45, telah diamankan pihak Polres Palangka Raya untuk proses pemeriksaan. (BUDI YULIANTO/B-3)