BORNEONEWS, Sampit - Sampah di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) paling banyak disumbangkan dari rumah tangga, yakni mencapai 40% hingga 60% per hari.
"Sampah rumah tangga paling mendominasi di daerah perkotaan. Bahkan mencapai 60 persen per hari," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim Sanggul Lumban Gaol, seusai Sosialisasi Bank Sampah di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Selasa (20/3/2018).
Di Sampit sendiri, volume sampah mencapai 40 ton hingga 50 ton per hari. Jumlah tersebut tidak termasuk saat akhir pekan, karena volumenya akan semakin bertambah.
Selain berasal dari sampah rumah tangga, jenis sampah yang ada juga dihasilkan dari sampah plastik, kertas, logam, karet, kain, kaca dan lain-lain.
"Untuk sumbernya, dari rumah tangga ada juga pasar tradisional, kawasan komersial, fasilitas publik, sekolah, kantor, jalan, dan lainnya," kata Sanggul.
--page
Hal itu karena masih banyak warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Bahkan, terkesan semaunya saja. Bak sampah yang disediakan pun terkadang diabaikan, karena masih banyak yang membuang di sampingnya.
"Iya, banyak juga tumpukan sampah di samping bak sampah yang kami sediakan. Hal itu sangat tidak nyaman dan akan mempersulit petugas untuk mengangkutnya," terang Sanggul.
Dirinya berharap ada kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Sehingga tujuan pemkan untuk menjadikan Sampit menjadi kota yang bersih bisa terwujud. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








