BORNEONEWS, Sampit - Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kotim, Darmawati meminta dinas terkait untuk menyosialisasikan terkait fungsi trotoar. Terutama kepada pengelola parkir, agar tidak disalah-fungsikan seperti selama ini.
"Sosialisasi ini perlu karena ini adalah bagian dan upaya menata Kota Sampit menjadi lebih tertib. Bisa dibayangkan ketika target kota Sampit jadi tujuan wisata tercapai, sementara trotoar tidak mendukung karena tidak maksimal dimanfaatkan pejalan kaki," kata Darmawati, Selasa (20/3/2018)
Dia mengatakan, jika saat ini memang masih belum terlihat maksimal dari keberadaan trotoar, lantaran saat ini Sampit masih berstatus sebagai kota berkembang. Jika pada masanya nanti Kotim menjadi kota maju, maka manfaat trotoar kian terasa.
Pola ini sebenarnya bisa dilakukan namun yang sulit itu membentuk kebiasaan, ketika nantinya sudah terbiasa menggunakan trotoar sebagai peruntukkannya, maka ada keberhasilan pemerintah memberikan edukasi bagi pengguna jalan.
Anggota Komisi IV DPRD Kotim ini meminta agar trotoar untuk pejalan kaki jangan dijadikan lahan parkir. Pasalnya, dia melihat hak pejalan kaki di Sampi masih diabaikan.
--page
Padahal, di satu sisi pemerintah gencar menyuarakan Sampit sebagai kota tujuan wisata. Tentunya para wisawatan di kota biasanya lebih senang berjalan kaki untuk menikmati sebuah kota.
Dari itu masyarakat dan pelaku usaha harus diberikan edukasi agar jangan menggunakan trotoar. Karena fasilitas itu adalah hak pejalan kaki. (NACO/B-11)








