SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Terlihat puluhan orang berpakaian busana muslim mulai dari anak-anak, orangtua, laki-laki dan perempuan silih berganti turun ke dermaga yang ada di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit. 

Sesampainya di dermaga tersebut, para umat muslim itu langsung naik ke kapal wisata yakni Kapal Teluk Sampit. Tidak berapa lama, terdengar suara lantunan suci Al Quran dari dalam kapal tersebut. 

Hal itupun sempat menjadi perhatian masyarakat yang ada di PPM. Baik itu para motoris kelotok untuk penyeberangan dari Kota Sampit menuju Kecamatan Seranau maupun para penumpang seakan melihat langsung aktivitas di atas kapal itu. 
Walaupun sempat jadi pusat perhatian, tidak membuat mereka menghentikan lantunan ayat suci Al Quran. Namun mereka makin bersemangat untuk membaca kitab Allah tersebut. 

Tidak berapa lama, kapal tersebutpun mulai berangkat untuk melakukan susur Sungai Mentaya, sambil diiringi oleh lantunan ayat suci Al Quran yang dibawakan sejumlah orang tersebut. 

--page

Segelintir orang sempat bertanya, apa yang dilakukan oleh mereka. Namun 
setelah dipasang spanduk, barulah masayarakat mengetahui bahwa sekelompok orang tersebut merupakan komunitas One Day One Juz (ODOJ) yang melaksanakan pembacaan Al Quran sambil wisata susur sungai. Hal itu dilakukan karena membaca Al Quran tidaklah harus di masjid atau di rumah. Namun bisa di mana saja dan kapan saja.

Hal itu memang baru pertama kali dilakukan oleh komunitas ODOJ. Namun diharapkan bisa menjadi wahana perkenalan sekaligus ajakan bagi umat Islam di Kabupaten Kotim untuk semakin mencintai Al Quran. Tentunya dengan membacanya walau hanya satu ayat dalam sehari.

"Alhamdulillah kami bisa berkumpul dan mengaji bersama sambil melakukan susur Sungai Mentaya ini. Mudah-mudahan ini diberi keberkahan," ujar Ketua Panitia Kegiatan One Day One Juz Sri Syahwani, Minggu (18/3/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. 

Ia menuturkan, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan di atas Kapal Teluk Sampit, guna memperkenalkan kepada masyarakat bahwa di Kotim ini ada komunitas yang insyaallah mencintai Al Quran.

Sekaligus juga dilakukan untuk membumikan Al Quran sebagai bacaan yang pas untuk umat muslim di dunia. Sehingga jadi penuntun hingga akhir hayat kelak.

--page

"Di ODOJ ini tidak hanya satu juz satu hari. Namun kalau tidak sanggup bisa setengah juz satu hari. Bisa juga satu hari satu lembar, dan kalau tidak dapat juga maka bisa satu hari satu ayat al quran," kata Sri.

Yang terpenting, lanjut dia, setiap hari umat muslim bisa membaca al quran. Karenanya, bagi siapa saja yang hendak ikut bergabung dengan komunitas ODOJ ini, tidak akan ada persyaratan sulit. Yang terpenting ialah beragama Islam.
 
Sri berharap, dengan bertilawah bersama sambil susur sungai, makin banyak masyarakat yang ikut membaca Al Quran. Karena tujuan utama dari susur sungai sambil mengaji ialah mensyiarkan kepada masyarakat bahwa membaca al quran bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Dalam hal ini tentunya di tempat-tempat yang baik dan suci.

Sehingga diharapkan nantinya Al Quran bisa dijadikan sahabat bagi kaum muslimin sebagaimana ponsel yang selama ini selalu dibawa ke manapun dan dibaca di manapun dan kapanpun. (MUHAMMAD HAMIM/m)