BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Hero Harapanno Mandouw mengingatkan Pemkab setempat khususnya tim anggaran eksekutif tidak main coret terhadap program yang dihasilkan melalui aspirasi dan reses di dewan.
"Sebab program itu dihasilkan melalui penjaringan aspirasi dari tingkat bawah. Di situ langsung berhadapan dengan masyarakat sebagai objek pembangunan," kata Hero, Rabu (21/3/2018)
Lanjut Hero, kebiasaan eksekutif sering kali menganggap remeh dengan program yang dihasilkan melalui reses, bahkan kadang mereka abaikan ketika sudah masuk dalam tahap pembahasan, hal semacam ini mereka harapkan jangan dilakukan.
Sejauh ini dia menilai bahwa DPRD dan eksekutif sama-sama memiliki kewenangan untuk memberikan masukan perencanaan program. DPRD bertugas menyampaikan aspirasi melalui dapilnya masing-masing. Maka itu jangan heran jika dilembaga dewan sangat dinamis.
Diungkapkan politisi Partai Demokrat ini khusus untuk di daerah perkotaan yang jadi aspirasi masyarakat di semua lapisan pembangunan soal drainase. Terutama untuk menangkal musim banjir yang selalu menghantui warga di perkotaan ketika musim hujan.
--page
Makanya, pihaknya menurutnya selalu mempermasalahkan manakala apa yang diusulkan justru diabaikan. Karena menurutnya semua pihak punya kepentingan. Terutama mereka dari kalangan dewan sebagai perpanjanhan tangan masyarakat selalu menyerap aspirasi. (NACO/B-5)








