BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Batara) tahun depan fokus pada penyelesaian pembangunan. Hal itu terungkap saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (Musrenbang RKPD) tahun 2019 di Gedung Balai Antang Muara Teweh.
Sehubung dengan hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Utara, H Acep Tion, Rabu (211/3/2018) mengatakan, anggaran pemerintah daerah kian tahun makin menipis. Untuk APBD Kabupaten Barut tahun 2019 kemungkinan anggaran akan kecil lagi, maka disarankan kepada pemerintah daerah agar memprioritaskan penyelesaian pembangunan yang belum tuntas.
Misalnya saja, kata dia, seperti jembatan penyeberangan Sungai Barito yang sekarang dibangun di Water Front City, bangunan rumah sakit untuk Wing B dan C, penyelesaian Wing A rumah sakit, serta penyelesaian pembangunan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati.
“Ini yang saran kita yang utama diprioritaskan, maksimal tahun 2019 sudah selesai,” katanya.
Selain hal itu, Acep Tion juga menekankan, agar hasil Musrenbang RKPD tahun 2019 juga memuat berbagai usulan dari hasil reses anggota Dewan. Hasil reses tersebut merupakan aspirasi yang disampaikan masyarakat yang ditemukan oleh anggota dewan saat turun ke desa-desa di wilayah ini.
--page
Di samping itu pula, agar program yang nantinya dilaksanakan di tahun 2019 oleh Pemkab Barut tidak terlepas dari hasil Musrenbang di tingkat desa dan kecamatan.
“Dalam satu tahun dewan melaksanakan reses ke desa-desa sebanyak tiga kali. Oleh sebab itu, hasil reses anggota dewan agar dikembangkan Pemkab Barut, serta tidak terlepas dari hasil Musrenbang di tingkat desa dan kecamatan,” tandasnya. (RAMADHANI/B-2)








