BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Nazmi Fuadi, mengingatkan kepada ratusan peserta yang mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) agar menghilangkan unsur keterpaksaan.
"Peserta jangan mengikuti seleksi dengan perasaan terpaksa. Karena hasilnya pasti tidak akan bagus. Jadi harus diniatkan dengan serius," ujar Nazmi, Rabu (21/3/2018).
Dia mengatakan, kepercayaan diri patut ditanamkan sejak awal mengikuti seleksi. Sehingga bisa mengikuti seleksi dengan serius dan menunjukkan kemampuannya dengan maksimal.
Nazmi menambahkan, kalau peserta tidak siap, lebih baik langsung mengundurkan diri tanpa harus menunggu tidak lulus seleksi.
"Beberapa tahun terakhir Kotim tidak ada yang mewakili hingga tingkat nasional. Hal itu terjadi bukan karena salah pelatih, namun semangat peserta yang tidak sungguh-sungguh," kata Nazmi.
--page
Kepala Dispora Kotim menambahkan, dalam seleksi paskibra didasarkan pada kemampuan peserta selama seleksi. Tidak ada perlakuan berbeda karena semua mempunyai hak yang sama, apalagi saat ini kemampuan peserta cukup merata, termasuk peserta dari sekolah-sekolah di pelosok.
Peserta yang terpilih nantinya akan menjalani karantina selama 20 hari dilatih secara khusus. Selanjutnya, mereka menjalankan tugas mengibarkan bendera merah putih pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan pada 17 Agustus nanti. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








