BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Meskipun berpotensi mengalami pertumbuhan dari segi kinerja keuangan, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) harus berhadapan dengan sejumlah tantangan bisnis hingga akhir tahun.
"Kami memperkirakan, permintaan terhadap CPO diprediksi tetap solid," kata analis senior Henan Putihrai, Yosua Zisokhi, di Jakarta medio pekan ini.
Yosua menilai, permintaan terhadap CPO diprediksi tetap solid. Pasalnya, negara-negara yang membatasi impor CPO dari Indonesia tidak bisa terus-terusan memanfaatkan bahan bakar nabati lain seperti minyak kedelai atau minyak bunga matahari, terutama ketika masa panennya berakhir.
"Dengan begitu AALI mendapat kesempatan untuk menjual CPO miliknya. Di samping itu, potensi terjadinya La Nina atau fenomena yang menurunkan temperatur air laut sehingga terjadi hujan berkepanjangan juga menjadi tantangan bagi AALI pada tahun ini," papar dia.
Namun, Yosua menganggap sistem irigasi yang terdapat di lahan-lahan milik AALI sudah cukup mumpuni untuk menghadapi cuaca buruk. Terlebih lagi, kelapa sawit milik emiten ini bukan ditanam di lahan gambut yang mudah mengalami penurunan kualitas jika curah hujan tinggi.
--page
Yosua merekomendasikan beli saham AALI dan memasang target Rp17.200 per saham. (NEDELYA RAMADHANI/m)








