BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menargetkan pada 2020 mendatang Sampit sudah menjadi kota yang bebas sampah.
"Pemerintah memiliki target tersebut, dan itulah yang ingin kami capai," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim Sanggul Lumban Gaol, Kamis (22/3/2018).
Untuk menggapai tujuan tersebut saat ini pemerintah terus berbenah. Sejumlah terobosan dilakukan. Mulai dari membangun depo sampah di wilayah perkotaan hingga pemilahan dan pemanfaatan sampah plastik di kalangan masyarakat.
Depo sampah pada 2018 ini ada tiga buah yang akan dibangun. Nanti semua sampah di perkotaan akan ditampung di tempat itu, sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
"Kalau depo itu terbangun, maka sampah di perkotaan ditaruh disitu semua. Dan masyarakat tidak bingung lagi mau buang kemana," kata Sanggul.
--page
Depo tersebut dibuat agar masyarakat merasa dekat dengan sampah. Mulai di pasangan wifi gratis, hingga ada beberapa taman di depannya. Sehingga tidak terkesan seperti tempat pembuangan sampah.
Selain itu, kata Sanggul, pihaknya juga sedang gencar memberikan pemahaman kepada masyarakat agar bisa memilih sampah dan juga pemanfaatan sampah. Sehingga sampah yang dibuang tidak banyak. Karena bisa dimanfaatkan hingga dibuat menjadi barang yang bernilai jual.
"Maka dari itu, kami juga memberikan pemahaman tentang pemanfaatan sampah. Sehingga masyarakat bisa memilih yang mana bisa dijadikan nilai ekonomis dan yang mana yang tidak. Sehingga nantinya yang dibuang ke depo hanya sisanya saja," terang Sanggul.
Dia berharap sampah rumah tangga bisa dimanfaatkan dengan baik. Karena selama ini 40% hingga 60% sampah di perkotaan merupakan sampah rumah tangga. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








