BORNEONEWS, Palangka Raya - Realisasi pendapatan Kota Palangka Raya pada triwulan IV tahun 2017 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan triwulan yang sama di tahun 2016. Mendapati data ini, Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto menyampaikan pendapatnya.
"Penurunan realisasi ini saya rasa merupakan akibat dari unsur kehati-hatian instansi dalam penganggaran dan penyerapan. Salah satu unsurnya itu. Meskipun pasti ada unsur lain bahkan pertimbangan lain yang membuat penyerapan atau realisasi pendapatan ini menjadi menurun seperti kata Bank Indonesia," kata Sigit kepada Borneonews, Kamis (22/3/2018).
Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, pihak DPRD juga tidak bisa menyalahkan tindakan ini walaupun akhirnya menjadi kendala dalam penyerapan pendapatan daerah. Bahkan dirinya juga mendapati bahwa banyak pegawai SKPD yang takut menjadi pejabat pengguna anggaran.
"Kehati-hatian inilah akhirnya agak sedikit membuat terkuras waktunya dan hingga akhir tahun menjadi kendala serapan pendapatan," jelasnya.
Sebelumnya Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalteng, Wuryanto mengatakan, realisasi pendapatan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah sebagian besar berada dalam kondisi penurunan pada triwulan IV 2017. Rata-rata pertumbuhan pendapatan kabupaten/kota di Kalteng pada triwulan IV 2017 sebesar -5,77%. Hal ini juga terjadi pada Kota Palangka Raya, ibukota Kalteng.
--page
"Kalau Palangka Raya realisasi pendapatannya di triwulan IV tahun 2016 Rp1,129 triliun sedangkan triwulan IV tahun 2017 hanya Rp1,094 triliun. Artinya ada penurunan realisasi pendapatan APBD sebesar -3,10 persen," jelas Wuryanto. (TESTI PRISCILLA/B-2)








