BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok- Hawa panas menyambut kedatangan para jurnalis atau wartawan di kota Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3,5 jam dari Buntok, Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Perjalanan para jurnalis dari Kabupaten Barito Selatan dan Barito Timur ini dalam rangka menghadiri media gathering yang diprakarsai PT Adaro Indonesia selama tiga hari 19-21 Maret 2018.

Meski cuaca panas, namun suasana di kota penyumbang PAD terbesar di Kalimantan Selatan ini bisa menyejukan hati karena kedatangan para kuli tinta ini disambut langsung oleh Goverment and Media Relation Manager PT Adaro Indonesia, Idham Kurniawan dan Media Relation Head Kadarisman beserta puluhan karyawan.

Tepat pukul 18.30 WITA acara ramah tamah dimulai antara wartawan dengan manajemen PT Adaro yang dihadiri External Relation Division Head PT Adaro Indonesia Rizki Dartaman dari Jakarta.

“Kita mengucapkan terima kasih atas kehadiran kawan-kawan wartawan dari Kalimantan Tengah yang telah bersedia menghadiri undangan kami,” kata Rizki.

--page

Dia pun membeberkan bahwa Adaro beroperasi di Kalteng dan Kalsel serta dienam kabupaten di antaranya Tabalong, Bartim dan Barsel. Menurutnya, sinergi dengan wartawan sangat diperlukan karena salah satu sebagai penyokong pembangunan.

Sementara itu Idham Kurniawan mengungkapkan media gathering ini kegiatan rutin dilaksanakan untuk membangun hubungan yang harmonis. Yang artinya dalam pemberitaan baik mapun hal-hal lain harus selalu berimbang.

Selain itu pihaknya mengajak para wartawan untuk melihat bagaimana proses operasional PT Adaro Indonesia. “Kita mengajak para wartawan bagaimana mulai proses penambangan hingga proses sampai ke tongkang,” ucapnya. Cara kerja maupun operasi akan diperlihatkan semua.

Sebeb menurutnya beroperasi sudah sesuai standar baik lokal, nasional dan international. Para wartawan juga dijelaskan bagaimana memasuki wilayah tambang terintegrasi atau wilayah terbatas hal itu sangat penting untuk keselamatan.

Menariknya, saat memasuki areal pertambangan, puluhan para wartawan wajib memakai sefty mulai dari helm, rompi, sepatu, masker hingga kacamata. Dalam perjalanan menuju wilayah area terbatas perusahan tersebut menggunakan mobil.

--page

Di sini lebih menarik lagi. Pasalnya kecepatan mobil harus mengikuti rambu-rambu yang ada. Jarak tempuhnya kurang lebih 49 Km, namun memakan waktu kurang lebih 2,5 jam, karena harus mengikuti rambu.

Contoh jika dirambu menunjukan kecepatan 10 Km per jam, maka harus mengikutinya tanpa terkecuali.

Jika melebihi kecepatan maka dimobil tersebut akan berbunyi alarm. Kenapa bisa seperti itu? karena perusahaan mengutamakan keselamatan karyawan.

Begitu pula saat memasuki wilayah area terbatas yakni di Kelanis Kecamatan Dusun Hilir, semua orang yang masuk diperiksa baik dari tas hingga pakaian apakah sudah standar atau tidak.

Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan melihat mulai dari tronton memasukan batibara kekompeyor hingga mengisi ketingkan batubara.

--page

Sutoto, pimpinan di Kalanis menjelaskan jika di sini merupakan bagian dari operasional secara keseluruhan dari proses penambangan hingga pembuatan ketongkang.

Secara keselurahan aspek kita lebih mengutamakan keselamatan, lingkungan, dan pemenuhan kepuasan pelanggan terpenuhi semua. Hal itu dibuktikan mendapatkan sertifikat tiga sistem yakni ISO 9001, ISO 14001 untuk lingkungan, dan ISO pemenuhan kepuasan pelanggan.

Selain itu rombongan wartawan dibawa ke Kecematan Dusun Hilir wilayah yang mendapatkan bantuan CSR. Sasaran program CSR yakni ekonomi kesehatan, pendidikan dan sosial budaya. Seperti dijelaskan Kelompok Tani Suka Maju, Gunadi.

Mereka mendapat bantuan CSR untuk menanam lombok dan terong dengan sistem ditanam polibek. Sebanyak 1.000 kantong polibek telah ditanam lombok dan terong dengan rincian 500 kantong polibek.

Saat ini umur tanaman sayur mayur kurang lebih satu bulan. Menurutnya pola penanaman ini yang pertama kali dilaksanakan. Artinya mereka masih belajar untuk itu, pihaknya menggandeng penyuluh pertanian.

--page

“Kita meminta kepada PT Adaro jika ini berhasil untuk memasarkannya, sehingga program ini nanti akan bermanfaat,” ucapnya. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke puskemas yang mendapatkan bantuan alat kesehatan dan rehab bangunan.

Seperti yang dituturkan Wilbrordus salah satu perawat. Bantuan CSR ini sangat membantu dalam pelayanan kepada masyarakat. Saat ini pasien jarang dirujuk ke rumah sakit di kabupaten.

Pasalnya alat-alat kesehatan telah dibantu oleh PT Adaro. Ini sangat bermanfaat baginya dan masyarakat. (URIUTU DJAPER/B-6)