PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya –  Pasar Kahayan bisa dijadikan lokasi untuk stabilisasi harga pangan. Sayang kalau Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya tidak memanfaatkannya, sebab banyak blok-blok di pasar milik pemerintah itu masih kosong.

“Sebenarnya Pemkot bisa berkreasi dengan melakukan gerakan stabilisasi seperti dilakukan Bulog Kalteng ini di Pasar Kahayan, Itu kan banyak kios kosong,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagperin) Kalteng, Katma F Dirun yang hari ini (23/3/2018) akan serah terima jabatan menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng ini.

Dengan memanfaatkan kios yang kosong untuk kegiatan produktif, akan mendukung Gerakan Stabilisasi harga pangan yang saat ini kian gencar dimotori Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Kalimantan Tengah (Kalteng).

Bulog Kalteng, telah meresmikan ‘Pasar Rakyat Kita’ berokasi di Pasar Besar Palangka Raya, Kamis (22/3/2018). Ada 37 kios yang kemudian disewakan ke pedagang, dengan harga murah untuk menstimulasi harga murah.

Namun Bulog memiliki kios tersendiri yang menjual beberapa komoditas bahan pokok dengan harga distributor atau setidaknya sama dengan harga pada ‘Rumah Pangan Kita’, outlet yang disebar Bulog di tengah masyarakat.

--page


“Semetara ini yang menjadi harga acuan kan di Pasar Besar dan Pasar Kahayan. Dengan adanya upaya itu diharapkan harga stabil di tangan konsumen. Selain dari pada Pasar Penyeimbang di jaan AIS Nasution tentunya,” lanjut Katma.

Ia sepakat, untuk menekan gejolak harga, diperlukan setidaknya kontrol harga di pasaran. Stabilisasi harga ini perlu, agar masyarakat memiliki acuan pembanding dalam melakukan transaksi jual beli. Dengan demikian,gejolak harga di pasaran terutama hari besar keagamaan bisa ditekan. (ROZIQIN/B-5)