JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Permintaan terhadap minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan akan meningkat menjelang diterapkannya kembali bea keluar oleh Malaysia awal April 2018.

"Para pembeli di luar negeri sepertinya akan menambah stok sebelum kebijakan bea keluar nol persen berakhir pada 7 April mendatang," kata seorang pelaku pasar di Bursa Berjangka Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Malaysia telah menetapkan bea keluar CPO pada April sebesar 5,0 persen, setelah ditunda selama tiga bulan sejak awal tahun ini guna mendukung kenaikan harga. 

Meskipun permintaan diprediksi menurun ketika kebijakan itu diterapkan pada 7 April, namun harga CPO diharapkan naik dalam jangka pendek sebelum penerapan kembali bea keluar. Pada sesi awal perdagangan Kamis, harga CPO sempat naik 0,2 persen menjadi 2.452 ringgit.

“Dalam jangka pendek, kondisi ini mendorong pembeli untuk memborong CPO lebih banyak sebelum bea keluar diterapkan kembali,” imbuh David Ng, analis dari Phillip Futures.

--page

Namun demikian, kata dia, dalam jangka menengah akan terjadi penurunan permintaan, khususnya di Malaysia, karena banyak pembeli yang beralih untuk membeli dari Indonesia.

Negara-negara pengimpor utama, seperti India dan China merupakan pasar yang sensitif terhadap harga, dan mereka cenderung memilih CPO dari Indonesia karena harganya lebih murah setelah bea keluar oleh Malaysia diterapkan lagi. (NEDELYA RAMADHANI/m)