PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Usia tidak menghalangi Nesa Nur Sarah, 12, dan adiknya Muhammad Rama Dani, 8, untuk mencari uang.

Meski masih berusia belia, keduanya bersemangat mengais rezeki dengan menjual opak di arena car free day (CFD), Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (25/3/2018).

Kedua bocah itu mengaku menjual opak untuk membantu ibunya dan meringankan biaya sekolah.

"Kami berdua berjualan di CFD ini untuk meringankan beban ibu saya. Karena ibu saya dulu bercerai dengan bapak kami, tetapi tidak berapa lama ibu kami menikah lagi. Saya juga kurang tahu alasan mereka bercerai," tutur Nesa.

Ia melanjutkan, dirinya berjualan dari pukul 07.30 sampai selesai car free day.

--page

Sehari-hari mereka tinggal di daerah Palingkau, Kelurahan Baru, di barak milik Basai. Keduanya masih bersekolah di SDN 7 Raja. Meski masih sekolah, keduanya mengaku jualan oplak tidak menggangu waktu belajar mereka.

"Untuk satu opak ini saya jual Rp2.000. Kita sengaja jualan untuk menambah penghasilan dari ibu saya. Selain itu agar dapat terus sekolah dan ini saya lakukan sudah dua tahun lebih," ucapnya. (SARJITO/B-3)