BORNEONEWS, Sampit- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Supriadi menegaskan bahwa kondisi ekonomi masyarakat, terutama di kelas bawah, sedang mengalami kesulitan. Untuk itu, diharapkan Pemkab Kotim bisa menciptakan lapangan pekerjaan.
Menurut Supriadi, sulitnya ekonomi masyarakat salah satunya disebabkan sedikitnya lapangan pekerjaan. Untuk itu, solusi dari pemkab sangat penting.
"Salah satu bukti masyarakat tengah susah bisa dilihat dengan meningkatnya kasus kriminal, terutama pencurian di wilayah perkebunan kelapa sawit. Kemudian pekerjaan ilegal seperti pertambangan emas tanpa izin hingga masalah kayu," kata Supriadi, Minggu (25/3/2018)
Kesulitan masyarakat terjadi disebabkan beberapa faktor. Seperti harga komoditas karet dan rotan yang sampai kini tidak ada jaminan dan ketetapan harga.
Para pelaku pasar dan pengepul masih sangat mudah mempermainkan harga di tingkat petani. Hal itu membuat penderitaan masyarakat kelas bawah semakin berat.
--page
Di sinilah pemkab punya hak mengintervensi pasar. Tetapi faktanya selama ini pemkab tidak pernah memberikan pengawasan soal komoditas itu.
Tidak hanya itu, soal regulasi juga menyulitkan masyarakat. Masyarakat yang bekerja di sektor perkayuan untuk kebutuhan lokal selalu dijerat dengan tindak pidana illegal logging.
Padahal kayu yang diangkut itu terkadang sudah membusuk dan tertanam di lahan perkebunan besar. Selain itu, diolah dan dijual di dalam daerah. Namun, selalu menyeret mereka ke jeruji besi. (NACO/B-3)








