SAMPIT –

BORNEONEWS, Samput - Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Hero Harapanno Mandouw, menduga berita yang disebarkan di media sosial (medsos) banyak yang hoax atau bohong.

Sayangnya, banyak pula pengguna medsos terjebak dengan kebohongan itu. Untuk mencegah semakin banyaknya korban, Hero menyarankan Pemkab Kotim supaya memberikan petunjuk dan indikator tentang berita hoax kepada masyarakat, khususnya pengguna medsos.

Sebab unggahan di medsos setiap detik terus bertambah. Hal itu mempersulit masyarakat awam untuk membedakan hoax dan fakta.

"Saat ini bangsa dirusak tidak lagi melalui cara lama. Bangsa ini dijajah melalui  media sosial. Bahkan bisa dirusak hanya dalam hitungan jam dengan menggunakan medsos," kata Hero, Minggu (25/3/2018).

Lanjut dia, musuh bangsa tidak lagi lawan yang mengangkat senjata. Tetapi serangan hoax yang disebarkan melalui medsos. Sengan hoax bisa memecah-belah bangsa.

--page

Maka dari itu, ia mendukung perang dengan berita bohong. Ia juga berharap pendidikan anti hoax bisa diterapkan hingga ke satuan pendidikan.

Para pelajar harus diberikan pemahaman untuk memilih dan memilah mana yang hoax dan yang fakta. Sebab, hoax tidak hanya merugikan satu pihak tetapi masyarakat secara luas.

"Saya berharap para penggiat medsos bisa bijak dan cermat dalam menggunakannya. Pemerintah dan aparat juga harus gencar memerangi berita hoax. Tapi akan lebih bagus jika kita ikut terlibat dan masyarakat awam bisa diberikan pemahaman untuk membedakan berita fakta dan hoax," tutupnya. (NACO/B-3)