KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Warga Dusun Betung Desa Tumbang Liting, Kecamatan Katingan Hilir, Katingan, berharap pemerintah tidak berhenti memasukkan program kegiatan memoles Desa Budaya Dayak di Dusun Betung.

"Harapan kami pemerintah daerah kedepannya tetap memasukkan kegiatan di Desa Budaya Berung ini, sebab sebelumnya pemerintah sudah mencanangkan Dusun Betung ini menjadi Desa Budaya Dayak," harap salah warga Dusun Betung, Dadi, Minggu (25/3/2018).

Sejauh ini terutama pada hari libur Minggu dan libur pada hari-hari besar keagamaan, maupun tahun baru, Desa Budaya Betung ini selalu dikunjungi warga dari berbagai wilayah, baik di Katingan sendiri maupun warga luar daerah.

Saat ini di kawasan Desa Budaya Berung belum ada bentuk atau tempat yang mencirikan kalau Dusun Betung ini sebagai pusat budaaya Dayak di Katingan.

"Dulu rencananya katanya bangunan rumah warga akan dipoles sedemikian rupa yang mengambarkan budaya Dayak, namun sampai saat ini masih belum ada," katanya.

--page

Yang ada, katanya, hanya jembatan titian di atas Sungai Betung yang selama ini menjadi pavorit warga untuk dikunjungi.

"Kabarnya tahun ini jembatan titian itu akan ditambah sekitar 300 meter lagi, kemudian akan dibangun gubuk-gubuk kecl tempat peristirahatan di sekitar jembatan titian," imbuhnya.

Kepala Desa Tumbang Liting, Didi mengaku saat ini pihaknya masih belum mengetahui apakah kedepannya pemerintah akan terus memoles Dusun Betung itu.

"Kalau harapan kita mudah-mudahan pemerintah daerah tetap akan menganggarkan kegiatan-kegiatan untuk memoles Dusun Betung yang sudah ditetapkan sebagai Desa Budaya Dayak Katingan itu," harap Didi.(ABDUL GOFUR/B-5)