BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah meminta semua perkebunan besar swasta (PBS) meninjau kembali rencana kerja masing-masing.
Hal itu berkaitan dengan harapan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran bahwa seluruh PBS kelapa sawit mendapatkan sertifikasi ISPO pada 2019 mendatang.
"Karena sistem sertifikasi ISPO dan RSPO merupakan upaya pembuktian bahwa dalam memproduksi minyak sawit dilakukan dengan menerapkan prinsip sustainability yang memperhatikan faktor lingkungan, sosial dan ekonomi," jelas Bupati saat membuka kegiatan Kelompok Kerja (Pokja) Sertifikasi Berbasis Yurisdiksi di Aula Swissbell Hotel Pangkalan Bun, Senin (26/3/2018).
Menurut Bupati, dalam mempersiapkan para petani swadaya sawit mendapatkan sertifikasi ISPO, tentunya banyak sekali kendala yang bakal dihadapi.
"Karena itulah, pendampingan dari perusahaan besar swasta kelapa sawit seperti yang dilakukan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) yang tergabung dalam Citra Borneo Indah (CBI) Group sangat membantu agar para petani swadaya juga mendapatkan sertifikasi," jelas Bupati.
--page
Bupati juga berharap agar apa yang dilakukan oleh PT SSMS Tbk yang mendampingi seribu petani swadaya kelapa sawit di Kabupaten Kobar bisa menjadi contoh positif agar bisa diikuti perusahaan lain.
"Dalam waktu dekat ini, Gubernur Kalteng Bapak Sugianto Sabran rencananya bakal mengundang PBS untuk duduk bersama. Tujuannya mengajak mereka untuk mendampingi para petani swadaya agar bisa mendapatkan sertifikasi," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/B-2)








