PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya Kodim 1016 Palangka Raya dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan kendati saat ini hujan masih turun. Salah satu upaya pencegahan itu yakni dengan menggelar patroli rutin.

"Apalagi kalau dua hari tidak hujan, itu paling kita waspadai. Jadi patroli terus kita lakukan," kata Dandim 1016 Palangka Raya Letkol Czi Chandra Adibrata, Senin (26/3/2018).

Pekan lalu pihaknya menemukan adanya titik hotspot. Namun saat koordinat dilakukan pengecekan ternyata tidak ada. Diduga munculnya titik hotspot itu karena pantulan seng perumahan akibat sengatan sinar matahari yang begitu panas.

"Dalam upaya pencegahan kita menurunkan 70 personel rutin patroli. Mereka dibagi di beberapa titik," ungkapnya. Menurutnya daerah paling rawan terjadi karhutla masih tercatat di Jalan Mahir Mahar.

Namun sejauh ini belum ada indikasi penyebab kebakaran karena dibakar. "Dari keterangan warga tidak ada yang membakar. Namun apabila terbukti ada unsur kesengajaan dibakar, maka akan ditindak. Tentunya proses lebih lanjut ditangani polres," tuturnya.

--page

"Dalam upaya pencegahan kita juga bersama-sama Polres dan Manggala Aqni," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)