BORNEONEWS, Muara Teweh - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Barito Utara (Barut) Sapto Nugroho mengatakan, pembangunan bidang kesehatan merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dari pembangunan kabupaten ini.
“Kita ingin masyarakat hidup sehat, tinggal di lingkungan yang bersih dan sehat, berprilaku hidup bersih dan sehat, apabila memerlukan pelayanan kesehatan, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan terjangkau oleh masyarakat,” kata Pjs Bupati dalam sambutan tertulis yang disampaikan Asisten Setda Barut Hendro Nakalelo saat membuka rapat kerja kesehatan, Senin (26/3/2018).
Untuk mewujudkan hal itu, katanya, bukanlah pekerjaan yang mudah, karena urusan kesehatan saat ini semakin kompleks dan perlu adanya peran dari semua pemangku kepentingan di daerah ini ini, yaitu pemerintah, swasta, dunia usaha dan peran serta masyarakat.
“Apapun yang telah dan akan diupayakan oleh jajaran Dinas Kesehatan dalam rangka meningkatkan status kesehatan masyarakat, tanpa partisipasi dan dukungan peran serta masyarakat dan para pemangku kepentingan terkait lainnya, tak akan membuahkan hasil yang diharapkan,” katanya.
Untuk itu jelasnya mari kita bergandengan tangan bahu membahu untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Pembangunan kesehatan adalah investasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia indonesia. Pembangunan kesehatan pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, serta kemampuan setiap orang untuk dapat berperilaku hidup yang sehat untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
--page
Dikatakannya, untuk mewujudkan hal tersebut, perlu perencanaan pembangunan kesehatan yang sistematis, terarah, terpadu dan menyeluruh, serta dibutuhkan keterlibatan berbagai sektor dan seluruh komponen bangsa dalam pelaksanaannya.
Tema rakernis kesehatan yaitu “Mewujudkan sinergitas kabupaten, kecamatan dan kelurahan/desa dalam mewujudkan Barito Utara sehat melalui percepatan eliminasi turberculosis, penurunan stunting dan peningkatan cakupan serta mutu imunisasi.”
“Melalui tema tersebut dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Jadikan momentum rakernis ini sebagai forum bertukar pengalaman, mencari akar pemasalahan kesehatan dan alternatif pemecahannya untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Buat kesepakatan terhadap percepatan pencapaian target standar pelayanan minimal (SPM), peningkatan upaya promotive dan preventive tanpa mengesampingkan program kurative dan rehabilitative,” katanya.
Selain itu jelasnya, susun rencana aksi yang realistis, terukur, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan. Utamakan 3 prioritas yaitu percepatan eliminasi tuberculosis, penurunan stunting, peningkatan cakupan dan mutu imunisasi. Dalam pelaksanaan program/kegiatan agar selalu berkoordinasi dengan lintas program maupun lintas sektor terkait agar sinergisitas, efektive dan efisiensi dalam pelaksanaannya dapat tercapai. (RAMADHANI/B-5)








