BANDAR LAMPAUNG –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Perusahaan perkebunan PT Tunas Baru Lampung Tbk (TBLA) mencatat perbaikan kinerja keuangan selama 2017 berkat dukungan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan gula rafinasi.

Dengan kenaikan harga dua komoditas tersebut, maka laba bersih perseroan melonjak signifikan hingga 54,19% menjadi Rp948,99 miliar, dibandingkan raihan selama 2016 yang mencapai Rp615,45 miliar.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta akhir pekan lalu, Tunas Baru Lampung menyebutkan seiring kenaikan harga kedua komoditas itu, perseroan juga berhasil mendongkrak penjualan produk CPO serta pabrikasi dan sampingan dari pengolahan gula rafinasi dan gula. 

Hasilnya, pendapatan perseroan meningkat 37,78% menjadi Rp8,97 triliun, dari raihan tahun sebelumnya sebesar Rp6,51 triliun.

Namun demikian, pada periode yang sama, beban usaha perseroan juga meningkat sebesar 37,24% menjadi Rp6,71 triliun dari sebelumnya sebesar Rp4,89 triliun. 

--page

Untuk itu, nilai aset perseroan kini meningkat 11,33% menjadi Rp14,02 triliun. Dibandingkan dengan nilai aset pada 2016 yang sebesar Rp12,59 triliun. 

Sementara itu, harga minyak sawit mentah acuan kontrak Juni di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada perdagangan Senin (26/3/2018) ditutup naik 0,25 persen menjadi 2.434 ringgit ($625,06) per ton, setelah sempat jatuh ke level 2.412 ringgit, yang merupakan level terendah sejak 20 Maret 2018. (NEDELYA RAMADHANI/m)