SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebelum menjadi korban penjambretan Sri Husaimah sempat mengambil uang tunai di salah satu anjungan tunai mandiri (ATM) di Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim).

Saat dibincangi Borneonews.co.id, ibu rumah tangga ini mengatakan, setelah pulang dari rumah sakit untuk menjenguk keluarganya, ia tidak langsung menuju ke kediamannya di Jalan Metro, Perumahan Panca Setia Blok D No.10, Kecamatan MB Ketapang atau kawasan Bundaran KB.

"Saya ke ATM dulu. Setelah mengambil uang sebanyak Rp500 ribu dan saya simpan ke dalam tas. Setelah itu saya dan kedua anak saya pulang ke rumah lewat Jalan HM Arsyad," ucap Sri, Senin (27/3/2018).

Namun setibanya di Km 2,6 atau kawasan Jalan Teratai, motor yang dikendarainya dipepet oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal dan langsung mengambil tas itu.

"Mau saya lawan, takutnya anak-anak saya kenapa-kenapa. Jadi saya biarkan saja, saya lebih fokus ke keselamatan anak saya," terang ibu rumah tangga itu.

--page

Setelah tas itu berpindah tangan, pelaku menancap laju kendarannya dan dikejar oleh korban hingga di sekitaran jalan H Imran, Kecamatan MB Ketapang. Pengejaran tersebut dihentikan lantaran dijalan itu banyak kendaraan yang melintas.

Korban takut terjadi kecelakaan saat mengejar pelaku yang menggunakan sepeda motor jenis matic itu. Sri lebih memilih untuk melaporkan nya ke pihak yang berwenang. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)