BORNEONEWS, Sampit - Guna memberikan pelayanan dan penyelesaian masalah yang terjadi terhadap masyarakat yang melakukan transfusi darah agar tidak berisiko tinggi, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meluncurkan Filter Leukodepleted, Selasa (27/3/2018).
"Hari ini kami lounching Filter Leukodepleted, dengan menghadirkan sejumlah dokter dan petugas di RSUD Dr Murjani. Ini merupakan suatu cara untuk melayani masyarakat yang sakit dan melakukan transfusi," ujar Kepala UDD PMI Kotim Dr Yuendri Irawanto.
Filter Leukodepleted adalah hasil proses atau pengurangan leukosit dari darah atau komponen darah melalui proses penyaringan, yang digunakan untuk tujuan transfusi darah.
Pengurangan leukosit harus dilakukan pada darah donor. Hal itu karena dapat menyebabkan reaksi transfusi dan efek samping yang berbahaya pada pasien penerima darah. Baik itu selama transfusi berlangsung maupun setelahnya.
"Ini kami lakukan untuk mencegah beberapa reaksi transfusi. Sehingga pasien bisa ditambah darah tanpa resiko yang antara lain demam, menggigil, rasa dingin, dan kekakuan otot pada tubuh selama transfusi atau dalam waktu empat jam," kata Yuendri.
--page
Dengan adanya penyaringan Leukodepleted tersebut, maka pasien yang membutuhkan transfusi darah tanpa leukosit bisa tersedia. Dan tidak lagi mencari hingga keluar daerah.
Selama ini, banyak masyarakat yang melakukan transfusi dengan menggunakan darah pendonor tanpa filter. Sehingga sangat berisiko terkontaminasi. Hal itupun membuat pasien harus dirujuk ke Palangka Raya.
"Itulah yang kami antisipasi, sehingga pasien tidak terbebani biaya, karena untuk darah yang sudah di filter Leukodepleted hanya kami targetkan Rp300 ribu diluar biaya satu kantong darah," terang Yuendri. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








