PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu- Kandungan zat merkuri atau air raksa di Sungai Barito dan anak sungai di kawasan pedalaman  Kabupaten Murung Raya masih dalam ambang bakumutu lingkungan atau layak pakai.

"Dari beberapa kali pengujian air Sungai Barito serta anak sungai kecil seperti Sungai Menawing dan Sungai Tuhup, kadar merkurinya masih di bawah ambang bakumutu lingkungan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Murung Raya Pujo Sarwono saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/3/2018).

Pengambilan sempel air dilakukan di permukaan sungai. Hal itu disebabkan DLH tidak mampu mengambil sampel hingga ke dasar sungai lantaan kekurangan alat pendukung.

"Pengambilan sempel yang bener dari permukaan, tengah, dan di dasar sungai tersebut," tutur Pujo.

Dari titik tersebut seharusnya ada sembilan pengambilan sampel. Sebab dalam satu sungai idealnya ada tiga titik.

--page

Akan tetapi DLH Murung Raya tidak mampu memenuhi standard itu lantaan terkendala dengan pendanaan dan fasilitas penunjang.

"Lagi pula kadar biota yang di konsumsi masyarakat desa itu juga di permukaan, tidak diambil dari bawah atau dasar sungai. Jadi menurut saya ini yang perlu diambil pengujiannya terhadap kadar biota yang di konsumsi masyarakat. Seperti ikan baung kalambuai, dan sebagainya."

"Saya berharap agar pencemaran ini terus bisa berkurang bahkan bebas dari ancaman tercemarnya sungai dari bahan kimia yang bisa merusak kesehatan manusia dan lingkungan," sebut Pujo. (RISKI RIVALDO/B-3)