SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Korban penjambretan di Jalan HM Arsyad, Km 2,6, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sri Husaimah, 34, mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

"Tas saya dijambret. Isinya itu ada uang dan benda-benda lainnya. Totalnya sekitar Rp2,5 juta," ungkap warga Jalan Metro, Perumahan Panca Setia, Blok D, No 10, Kecamatan MB Ketapang atau kawasan Bundaran KB itu, Selasa (27/3/2018).

Adapun barang di dalam tas yang dibawa kabur jambret di antaranya satu unit telepon seluler android warna emas, uang tunai yang baru di ambil dari anjungan tunai mandiri (ATM) sebesar Rp500 ribu, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), kartu tanda penduduk (KTP), dan kartu angsuran kredit.

Korban mengaku mengambil uang di ATM untuk keperluan belanja sehari-hari. Belum sempat digunakan, uang itu sudah berpindah tangan bersama tas warna hitam yang dijambet seorang laki-laki.

"Belum sempat digunakan malah dijambret. Tapi untung saja cuman uang dan barang-barang saya yang hilang. Saya lebih mementingkan keselamatan dua anak saya ini," tuturnya.

--page

Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kasus ini. Namun, menurut Sri, setelah dirinya melapor ke Polsek Ketapang, polisi langsung bergerak menuju arah Sampit-Samuda untuk melakukan penyelidikan.

"Setelah saya beri keterangan jika pelaku melarikan diri ke arah Bundaran KB, mereka (polisi) langsung ke sana. Katanya sih mencari pelaku," tutur perempuan kelahiran Desa Samuda ini. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)