PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Belum jelasnya nasib 206 tenaga kontrak yang tidak lulus disikapi serius kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Legislator pun menawarkan solusi terkait persoalan itu kepada pemerintah provinsi (pemprov).

Ketua Komisi A DPRD Kalteng Freddy Ering, mengatakan salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah mengulang kembali tes dengan sistem berbeda.

Freddy menilai tes yang sudah dilakukan terlalu banyak masalah, seperti penilaian tidak transparan. Yakni, tenaga kontrak hanya diperlihatkan nilai keseluruhan, namun tidak diperbolehkan mengetahui rincian penilaian.

"Kita menawarkan solusi kepada pemprov, yaitu mengulang tes dengan lebih transparan. Baik dari pendaftaran, saat tes maupun penilaian," kata Freddy Ering, Selasa (27/3/2018).

Dia menambahkan seharusnya evaluasi tenaga kontrak bekerjasama dengan inspektorat. Tujuannya, agar proses penilaian serta pemeriksaan bisa lebih teliti. (GAZALI/B-11)