PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pergerakan harga sejumlah komoditas yang terus merangkak naik dipicu berapa sebab. Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalteng memetakan sejumlah kemungkinan dan menelisiknya.

Ada beberapa hal menurut dinas yang terkait dengan perdagangan ini.  Tetapi yang menjadi inti ada dua hal pokok yaitu masalah naik turunnya produksi atau hambatan distribusi dari produsen ke pasar atau konsumen.

Hal ini diungkapkan Fahlita Robbina, salah satu pejabat di Disdagperin Kalteng, menyikapi naiknya harga komoditas cabai dan bawang merah di pasaran dalam dua pekan ini.

“Soal distribusi ini, kadang lancar kadang ada hambatan. Kadang di minggu petama lancar, lalu di minggu kedua terjadi gelombang tinggi juga bisa. Jadi harga barang menjadi fluktuati,” kata Fahlita Robbina, Kamis (29/3/2018).

Secara detail, ia menguraikan antara lain pertama, soal produksi dimana cabai di Palangka Raya tidak hanya disuplai dari dalam kota melainkan juga dari kabupaten dan Provinsi tetangga. Bawang juga demikian, produksi dalam daerah tidak mencukupi sehingga didatangkan dari luar Kalimantan.

--page

“Untuk bawang merah dan bawang putih hampir sama kendalanya. Hampir semua bawang putih ini impor. Bawang merah sebagian besar datangkan dari pulau Jawa. Sedangkan saat ini curah hujan tinggi terutama di daerah sentra penghasil komoditas bawang ini sehingga berpengaruh pada pasokan dan terjadilah penaikan harga,” ulasnya.

Pergerakan harga ini terus menjadi perhatian Disdagperin Provinsi Kalteng. Dinas ini terus memonitor pergerakan harga dan secara periodik mengamati harga dan jumlah stok, agar tidak menjadi gejolak perekonomian yang bermuara tingginya inflasi. (ROZIQIN/B-5)