PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pembangunan infrastruktur menjadi perhatian serius kepemimpinan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, di samping bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian secara luas. Di antaranya adalah pembangunan jembatan penghubung Kalteng-Kalbar di Sukamara.  

Dengan aksesibilitas yang handal, diyakini akan mampu mendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi, serta turut mempermudah perbaikan akses pendidikan dan kesehatan.

Di Kalteng, panjang jalan milik Provinsi 1.273 Km dan jalan nasional 2.002 Km. Hal ini jauh dari memadai mengingat luas Kalteng yang 1,5 kali pulau Jawa. Terlebih tidak semuanya dalam kondisi baik apalagi berstatus mantap.Banyak daerah yang belum terakses jalan dengan memadai.

Infrastruktur jalan dan jembatan menarik perhatian Sugianto. Terutama yang berdampak langsung pada perbaikan akses perekonomian. Saat kunjungan kerja ke Kabupaten Sukamara, Selasa (27/3/2018) ia meninjau pembangunan Jembatan Sungai Jelai.

Jembatan ini satu-satunya jalan darat yang menghubungkan Provinsi Kalteng dan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), di Kabupaten Ketapang. Masalahnya, sejak 2014 lalu hingga kini belum selesai, tersisa bentang jembatan yang masuk wilayah Kalbar. Kelanjutan pembangunan Jembatan Jelai pun terbengkalai hingga kini.

--page

"Kita ingin percepatan infrastruktur, teritama jalan dan jembatan, guna percepatan akses perekonomian supaya lebih lancar dan kian membaik, untuk masyarakat setempat dan kalteng pada umumnya," kata Gubernur Sugianto, Kamis (29/3/2018).

Sebenarnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara menyanggupi penyelesaikan sisa pembangunan jembatan tersebut. Asalkan sudah ada jalan yang dibangun oleh Pemkab Ketapang sampai bagian ujung jembatan. Karena saat ini, Pemkab Sumakara sudah menyelesaikan pengerjaan badan jalan hingga ke tepi seberang Sungai Jelai. Tersisa satu bentang saja maka seluruh bangunan jembatan sudah fungsional.

Namun, untuk menyelesaikan bangunan jembatan yang tersisa satu bentang tersebut Pemkab Sukamara menunggu kepastian dari Pemkab Ketapang. Kalau jalan di ujung Ketapang sudah ada maka penyelesaian bangunan jembatan tidak ada masalah.

Pemkab Sukamara pun telah melakukan ekspos ke DPR RI untuk menjelaskan betapa pentingnya akses penghubung kedua provinsi tersebut. Harapannya, kelanjutan pengerjaan Jembatan Jelai menjadi prioritas oleh Pemprov Kalbar dan Pemerintah Pusat.

"Apabila kelanjutan pembangunan jembatan ini dikeroyok maka akan cepat selesai dan memberi dampak pada perekonomian masyarakat di kedua wilayah, baik Sukamara maupun Ketapang".

--page

Untuk diketahui, terkait pembangunan jembatan Jelai ini memang cukup alot antara Pemkab Sukamara dan Ketapang. Sejumlah lobi dan pertemuan kedua belah pihak, tak kunjung menyelesaikan lanjutan pekerjaan bentang jembatan di wilayah Kalbar. (ROZIQIN/B-5)