BORNEONEWS, Palangka Raya – Harga ayam ras menjadi bahan pokok yang digemari masyarakat. Harganya yang naik turun menjadi salah satu pemicu inflasi-deflasi.
Saat ini, di Kota Palangka Raya, harga ayam ras mengalami lonjakan. Pada awal Maret 2018, berkisar Rp 29 ribu per Kg, jelang akhir bulan naik menjadi Rp 31 ribu per Kg.
“Lonjakan harga ayam ras juga terjadi. Dan harga komoditas ini memang selalu menjadi penyebab inflasi. Sekarang di kisaran Rp 30.500 per Kg, dan kemarin itu cukup tinggi hingga Rp 31 ribu karena pedagang ada yang libur jualan,” ungkap Fahlita Robbina, salah satu pejabat di Disdagperin Kalteng.
Pihaknya terus memantau harga pasar dan ketersediaan atau kecukupan stok. Antara lain secara periodik mengamati dengan terjun langsung ke pasar untuk berinteraksi dengan pedagang besar maupun eceran.
Pihaknya berupaya untuk mengamati terkait produksi atau distribusi. Apalagi tidak sampai dua bulan lagi memasuki bulan puasa.
--page
Terlebih distribusi bahan pokok daging ayam ini, untuk Kalteng juga kerap mendapat limpahan produsen besar dari Banjarmasin. Meskipun Pemprov Kalteng juga memiliki kandang penyangga yang memproduksi puluhan ribu ayam ras. (ROZIQIN/B-5)








