JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menargetkan produksi minyak kelapa sawit (CPO) pada tahun ini dapat tumbuh 15% menjadi 338.805 ton.

"Pada tahun lalu, kami membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih akibat meningkatnya volume produksi. Penambahan produksi terutama didorong kondisi pohon kelapa sawit muda yang sudah matang," kata Chief Executive Officer Sawit Sumbermas Sarana, Vallauthan Subraminam, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Per akhir tahun lalu, hasil tandan buah segar (TBS) perseroan mencapai 21,6 ton per hektare (ha). Volume itu jauh di atas rata-rata industri sebesar 13,5 ton per ha dan produksi TBS SSMS pun meningkat 16,7% year on year (yoy) menjadi 1,26 juta ton.

"Peningkatan produktivitas mengamankan posisi SSMS sebagai salah satu produsen minyak sawit tertinggi di Indonesia," papar Vallauthan.

Perusahaan per akhir 2017 memiliki luas lahan sebesar 97.335 ha, dan yang sudah dibudidayakan mencapai 73.353 ha. Artinya, SSMS mempunyai banyak ruang untuk menumbuhkan produksi pada tahun-tahun mendatang.

Sejalan dengan pertumbuhan produksi TBS dan yield perkebunan, rata-rata hasil CPO perusahaan sejumlah 5,1 ton per ha, atau di atas rata-rata industri sebesar 4 ton per ha. Total produksi CPO pada 2017 naik 18,4% yoy menjadi 294.613 ton.

Sementara itu, meskipun penurunan harga komoditas CPO belakangan ini menjadi sorotan, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) masih bisa mengatasi dan mengatur strategi penjualan. 

"Dari capaian pendapatan tahun lalu berhasil tumbuh 19,03% menjadi Rp3,24 triliun, dengan laba bersih naik 33,03% menjadi Rp787,08 miliar," kata Head of Corporate Secretary PT Sawit Sumbermas Sarana, Swasti Kartikaningtyas. (NEDELYA RAMADHANI/m)