SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Rumah milik Saripudin, 63, yang terbakar di Kompleks Pembina Jalan Tiung Utama, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga akibat hubungan arus pendek atau korsleting listrik. 

"Kalau dari dugaan sementara adalah hubungan arus pendek. Apalagi api pertama kali muncul dari atap rumah korban," ujar Plt Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim Rihel, Kamis (29/3/2018). 

Namun hal tersebut masih dugaan sementara. Karena untuk pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak kepolisian. Sedangkan dalam kejadian itu, tidak ada korban jiwa. Hanya saja rumah tersebut hangus terbakar. 

"Untuk korban jiwa tidak ada, karena semua penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri," kata Rihel. 

Sedangkan kebakaran itu sendiri terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Dan api baru berhasil dipadamkan sekitar 1,5 jam kemudian. Dengan menggunakan lima unit mobil Damkar. 

--page

Sementara, api pertama kali muncul dari atap bagian dapur rumah korban. Dimana saat itu istri korban Sumarni dan sejumlah pekerja loundry lainnya berada di dalan rumah tersebut. Dan melihat api yang ada diatas atap rumahnya. Sehingga dia langsung berteriak minta tolong. 

Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung keluar rumah, dan berupaya melakukan pemadaman. Namun karena hanya menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan lainnya, sehingga api dengan cepat menjalar ke bagian atap dan rumah korban lainnya. 

Namun karena yang terbakar adalah bagian atap, sehingga api dengan cepat menjalar ke bagian rumah lainnya hingga membuat rumah tersebut hangus terbakar. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)