BORNEONEWS, Sampit - Target awal lelang proyek pembangunan baik itu reguler maupun tahun jamak (multiyears) harus tertunda. Pada triwulan pertama ini, Pemkab Kotawatingin Timur ternyata belum siap. Dari beberapa proyek yang teranggarkan ternyata masih ada yang akan baru dilelangkan perencanaan saja seperti DFD dan FS.
Sekda Kotim H Halikinnor, mengatakan, lepasnya target pelaksanaan di triwulan pertama itu menyebabkan serapan anggaran awal tahun pemkab anjlok. Dari target 20 persen di awal triwulan ini, ternyata yang mampu direalisasi hanya 10 persen.
Halikinnor menegaskan, agar paradigma pembangunan harus berubah dari kebiasaaan menggejot serapan anggaran menjelang akhir tahun, dan harus dialihkan ke awal tahun. Sebab, saat ini awal tahun pelaksanaan kegiatan sudah harus dikebut.
"Saat ini kendala untuk pelaksanaan proyek fisik di lapangan sudah diminimalisasi seperti halnya soal status kawasan. Awalnya itu jadi batu sandungan bagi pemerintah melakukan pelelangan proyek tahun jamak, namun sekarang soal status kawasan bisa kita atasi," kata Halikinmor, Kamis (29/3/2018).
Sehingga tahun lalu akibat status kawasan menyisakan sekitar Rp 40 miliar tidak bisa digunakan untuk pembiayaan program tersebut. Maka dari itu pemkab akan melakukan evaluasi kendala yang dihadapi melalui rapat dengan SOPD terkait program yang tidak bisa dieksekusi.
--page
Proyek multiyears yang akan segera dilaksanakan itu yakni drainase yang menelan anggaran Rp 90 miliar, peningkatan Jalan Tjilik Riwut senilai Rp 36 miliar, Mall Pelayanan Terpadu sekitar Rp 40 miliar, pembangunan sirkuit road race sekitar Rp 30 miliar.
Kemudian, Kebun Raya Rp 117 miliar, bedah RSUD dr Murjani Sampit Rp 151 miliar, pembangunan Jembatan Runting Tada Rp 33 miliar, pembangunan Jalan Cempaga - Seranau - Pulau Hanaut Rp 244 miliar, pengembangan wisata Ujung Pandaran Rp 40 miliar dan peningkatan ikon jelawat Rp 32 miliar.(NACO/B-11)








