BORNEONEWS, Pulang Pisau- Meski termasuk warga tidak mampu, Nyono,38, warga RT 12, RW 4, Desa Kanamit Barat, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, tidak terdaftar dalam BPJS Kesehatan.
Padahal, selain berasal dari keluarga ekonomi lemah, Nyono sejak lahir mengalami kekurangan fisik berupa kaki dan tangannya tidak tumbuh normal.
Tidak masuknya Nyono sebagai peserta BPJS Kesehatan sangat disayangkan mengingat pemerintah sudah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk program tersebut. Dan memang program itu diperuntukan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Nyono kepada Borneonews, mengaku selalui dikenai tarif normal seperti pasien umum saat berobat ke puskesmas. Jika tidak memiliki biaya untuk berobat ke puskesmas, Nyono pun terpaksa membeli obat di kios.
Sebelumnya, seorang penyandang disabilitas di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Ade Chandra, 31, mengaku masih menggunakan BPJS Kesehatan mandiri. Hal itu lantaran dia tidak termasuk dalam daftar warga penerima BPJS Kesehatan dari pemerintah.
--page
Di pihak lain, Kabid Pemberdayaan Sosial pada Dinas sosial Pulang Pisau, Mahdelene, menuturkan bahwa walau tidak terdaftar di BPJS Kesehatan, warga kurang mampu tersebut sudah mendapat bantuan asistensi sosial orang dengan kecacatan (ASODK) sebesar 300 ribu per bulan. Bantuan itu diberikan sejak 2011.
"Sesuai tupoksi, Dinas Sosial sudah menjalankan tugas dan bersangkutan juga menerima bantuan ASODK. Kalau BPJS itu bukan ranah kami," sebut Mahdelene. (JAMES DONNY/B-3)








