PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berbagai hal yang dianggap menjadi kekurangan dalam penilaian piala Adipura tahap pertama (P1) di Pangkalan Bun ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sudah dievaluasi dan diperbaiki dalam penilaian Adipura tahap kedua (P2) yang dilaksanakan Februari hingga Maret lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kobar Bambang Djatmiko Trikora menjelaskan, walaupun nilai P1 Kobar mendapatkan skor 76 yang  merupakan tertinggi se-Kalteng, namun tentu saja, berbagai perbaikan dititik pantau yang nilainya masih rendah atau dianggap lemah sangat diperlukan.

"Satu hal dianggap perlu diperbaiki diantaranya kurangnya bak sampah atau belum sesuai dalam pemilahan maupun pengomposannya,”  jelas Bambang, Sabtu (31/3/2018).

Walau demikian, lanjutnya untuk lebih meningkatkan nilai P.2 dibandingkan P.1 diperlukan peran serta seluruh masyarakat luas.

"Caranya adalah tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian keterlibatan masyarakat untuk menanggulangi sampah dilingkungannya," jelas Bambang.

--page

Namun menurut Bambang, pihaknya tetap optimis Kabupaten Kobar kembali meraih piala Adipura serta mempertahankan Adipura Buana, hingga mencapai mencapai prestasi tertinggi yaitu Adipura Kencana. (WAHYU KRIDA/B-5)